Integrasi Interkoneksi Pendidikan Agama Islam dan Ekstrakurikuler Pramuka dalam Membentuk Kepribadian Siswa

  • Ulfatur Ruhama' Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Keywords: interconnected integration; Islamic education; extracurricular scouts; student character

Abstract

This article is focused on the integration of Islamic education and scout as extra-curricular activities to build student`s character. This study reveals that interconnected integration between the subject of Islamic religious education in Junior High School (SMP) 4 Surabaya and SMP Khadijah 1 Surabaya runsvery well. Various factors that affect positively the implementation of this integration are the availability of infrastructure, the spirit of nationalism and moral development activities. While the inhibiting factors of interconnected integration between the subject of Islamic religious education and extracurricular scoutsat SMPN 4 and SMP Khadijah Surabaya deal with psychological aspect ofstudents who are quickly tired and lazy. The learners who are naughty and noisy often disturb the habituation of good character in learning process. Other inhibiting factors are infrastructures that are suddenly damaged or in use.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, M. Amin. ”Etika Tauhidik Sebagai Dasar Kesatuan Epistimologi Keilmuan Umum dan Agama (dari paradigm positivistic-sekilaristik ke arah teoantroposentrik-integralistik”, dalam M Amin Abdullah, et. Al, Menyatukan Kembali Ilmu-ilmu Agama dan Umum Upaya Mempertemukan Epistimologi Islam dan Umum. Yogyakarta: Sunan Kalijaga Press. 2003.
Abdullah, Dr Amin. Islamic Studies. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2006.
Abdullah, M Amin. “Relevansi Studi Agama dalam Millenium Ketiga”, dalam Ulumul Qur’an, No 5/VII. 1997.
Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Rineka Cipta. 1998.
At-Tarbawi. Jurnal Kajian Kependidikan Islam Vol 12 No 2 Mei 2014. Surakarta: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Surakarta. 2014.
Depdiknas. UU RI No 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas Bab Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI. 1985.Petunjuk Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar. PN Proyek Pemantapan Implementasi Kurikulum Dispend, Menum. 2009.
II Pasal 3. Jakarta : Depdiknas.
Depdiknas. “Renstra”, dalam, http//www. Depdiknas. Go. Id./renstra. 2009.
Faiz, Fahrudin. Mengenal Perjalanan, vii-viii. Lihat juga Kuntowijoyo, Islam Sebagai Ilmu Epistimologi, Metodologi, dan Etika. Yogyakarta: Tiara Wacana. 2007.
Hadi, Sutrisno. Metodologi Research II. Yogyakarta : Andi Offest. 1994.
Imron, Ali. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Pustaka Jaya. 1996.
KMD, Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No 090 Tahun 2001. 2001.
Malaka, Tan. Madilog: Materialisme, Dialektika, Logika. Jakarta: Pusat Data Indikator. 1991.
Margono, S. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. 2004.
Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja Rosda Karya. 2003.
Moosa, Ibrahim. “Introduction” dalam Fazlur Rahman, Revival and Reform in Islam: A Study of Islamic Fundamentalism. Oxford: One World Publication. 2000.
Mu’allim, Amir Mu’allim. Dalam Mastuhu Menata Ulang Sistem Pendidikan Nasional Abad 21. Yogyakarta: Safiria Insania Press bekerja sama dengan Magister Studi Islam UII Yogyakarta. 2003.
Mustofa. Akhlak Tasawuf. Bandung: Pustaka Setia. 2008.
Nata, Abuddin. Akhlak Tasawuf. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 2008.
Nasiruddin. Konsep Integratif Interkonektif Pendidikan Agama Islam dan Sains: Studi Multi Kasus di MA Wachid Hasyim, SMA Negeri 1 Kalasan dan SMS Internasional Budi Mulia Dua Daerah Istimewa Yogyakarta. Desertasi. 2015.
Nughoro, Riant. Pendidikan Indonesia: Harapan, Visi, dan Strategi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2008.
Qomar, Mujamil. Epistimologi Pendidikan Islam dari Meode Rasional Hingga Metode Kritik. Jakarta: Erlangga. 2002.
Sarwono, Jonathan. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu. 2006.
Subagyo, Joko. Metode Penelitian Dalam Teori dan Praktek. Jakarta : Rineka Cipta. 2004.
Sudjana, Nana dan Ahmad Rivai. Media Pembelajaran,(Bandung: Sinar Baru Algesindo. 1992.
Sugiyono. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta. 2007.
Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. 2008.
Sutrisno. Pendidikan Islam yang Menghidupkan: Studi Kritis Terhadap Pemikiran Pendidikan Fazlur Rahman. Yogyakarta: Kota Kembang. 2008.
Suyanto. Analisis Integrasi Ilmu Agama dan Sains dalam Perspektif Integrated Twin Towers UIN Sunan Ampel Surabya. Tesis. 2014.
Tim Broad Based Education Depdiknas. Pendidikan Berorientasi Kecakapan Hidup. Jakarta : Depdiknas. 2009.
Tohirin. Metode Penelitian Kualitatif Dalam Pendidikan dan BK. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 2011.
Wahyudi, Mukhammad. Implementasi Integrasi Pendidikan di MTs Fattah Hasyim ke dalam Sistem Pendidikan Pondok Pesantren: Studi Kasus di Pondok Pesantren Bumi Damai Al-Muhibbin Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang. Tesis. 2014.
Wasilah Al, A Chaedar. Pokoknya Kualitatif. Jakarta: Pustaka Jaya. 2000
Published
2016-12-04
How to Cite
Ruhama’Ulfatur. “Integrasi Interkoneksi Pendidikan Agama Islam Dan Ekstrakurikuler Pramuka Dalam Membentuk Kepribadian Siswa”. JOIES: Journal of Islamic Education Studies 1, no. 2 (December 4, 2016): 333-360. Accessed July 13, 2020. http://joies.uinsby.ac.id/index.php/joies/article/view/16.
Section
Articles